icon menu

BLOG DARI KANAK KUMBUNG UNTUK SEMUA

Selasa, 26 Juni 2012

Pembunuhan Hisyam Direka Ulang




 HABISI: Sofian Idris saat memperagakan peristiwa pembunuhan Hisyam.


Pembunuhan Hisyam Direka Ulang


MATARAM—Penyidik Polresta Mataram menggelar reka ulang pembunuhan Hisyam Bages di  di depan Universitas 45 Mataram.
Pelaku Sofian Idris, 24  tahun memerankan 24 adegan peristiwa pembunuhan ini. Rekonstruksi yang digelar sekitar pukul 10.00 Wita Senin kemarin (25/6) ini sedikit molor.  Saat akan dimulai, ratusan warga sekitar memadati lokasi. Nampak juga keluarga tersangka dari Karang Taliwang ini.
Rekonstruksi ini dihadiri langsung Kapolresta Mataram AKBP Kurnianto Purwoko dan Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP L Salehudin. Bertindak sebagai korban dalam rekan ulang ini yakni salah satu anggota Reskrim Polresta Mataram.
 Adegan pertama  dilakukan di depan pencucian mobil sebelah selatan Universitas 45 Mataram. Adegan ini menunjukkan tersangka menuggu korbannya yang datang menggunakan motor Honda Vario. Di sinilah perkenalan  dilakukan keduanya setelah selama ini hanya berteman melalui facebook.
Adegan kedua, keduanya beranjak ke sebuah selokan depan Universitas 45. Keduanya di sini ngobrol dan setelah itu tersangka dan korban menuju sebuah lahan kosong depan Universitas 45. Sebelum masuk keduanya mengobrol di atas motor dan menghadap barat.
Dengan ingatan yang masih kuat dan senyum yang terus diumbar, tersangka mereka ulang adegan ke enam. Dimana, ia dan  korban saat itu kembali mengobrol duduk diatas motor menghadap timur. Di adegan ketujuh,  korban membuka celananya dan menyuruh tersangka memegang dan mengisap (maaf) kemaluannya. Tetapi tersangka menolak dan menghindari korban dengan berdiri ke selatan, tidak jauh dari motor.
Korban  mengajak kembali tersangka duduk. Pada  reka adegan ke-11, tersangka   mau memegang dan mengihsap kemaluan korban. Setelah diisap dalam posisi korban duduk di motor, korban  mengajak tersangka mengisap kemaluannya di sebelah selatan motor. Dalam posisi berdiri, korban pun diisap kemaluannya untuk kedua kalinya oleh tersangka yang posisinya jongkok.
Rupanya tersangka sakit hati karena  disuruh menghisap kemaluan oleh lelaki. Dalam adegan ke-13, tersangka lalu  menusuk leher bagian kiri korban dengan pecahan keramik yang ada di lahan kosong itu. Korban melarikan diri menuju motor namun saat melarikan diri, tersangka menghantam berkali-kali wajah dan kepala korban hingga korban terjatuh. Adegan ini terekam dalam adegan ke 15 dan 16.
Di adegan  ke-17, pelaku mencoba melarikan diri dengan motor korban. Namun, saat motor menyala, pelaku melihat sebatang besi tidak jauh dari motor.  Ia  mengambil besi itu dan pada adegan ke-19, pelaku menusuk mata dan wajah korbannya berulang-ulang hingga akhirnya korban meregang nyawa.
Di adegan ke-20 pelaku memasukkan korban ke dalam karung. Lalu   di adegan ke- 24 korban yang terbungkus karung  dibawa dengan motor korban sendiri ke sungai di Desa Mambalan, Gunung Sari, Lombok Barat untuk dibuang.
Usai  rekonstruksi, ibu, nenek dan sanak keluarga tersangka terlihat menangis dan memanggil-manggil tersangka yang dibawa kembali dengan mobil ke Polresta Mataram.
Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Salehudin mengatakan, rekonstruksi ini untuk mengetahui detail pembunuhan yang dilakukan tersangka terhadap korban. ‘’Ini juga melengkapi berkas tersangka untuk kita limpahkan ke jaksa di Kejari Mataram,” katanya.
Penasehat hukum tersangka I Ketut SH mengatakan, jika kliennya melakukan perlawanan yang berujung pembunuhan karena terpaksa. ‘’Kita lihat reka ulangnya tadi, korban terus memaksa agar korban menghisap kemaluan korban,” katanya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan, jika kliennya memiliki riwayat mengalami ganggun jiwa. Ini dibuktikan adanya kartu kuning yang didapatkan keluarga korban setelah merawat Sofian Idris di Rumah Sakit Jiwa Provinsi (RSJP) NTB. ‘’Dan itu akan kami ajukan sebagai bukti untuk meringankan klien saya di pengadilan nanti,” ungkapnya.(adi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar