Maling Uang Biro Kesra Diusut
MATARAM—Maling yang berhasil
menggondol uang milik Biro Kesra Setprov NTB, Jumat lalu (22/6) diusut.
Polisi sudah meminta keterangan
Kasubag Pendidikan Biro Kesra Amir yang
terakhir membawa uang itu di mobilnya. Polisi juga akan memeriksa sejumlah saksi-saksi. ‘’Kita
juga akan memeriksa Satpol PP yang berjaga waktu itu,’’ kata Kapolsekta Mataram
Kompol Muhammad Yunus Sabtu lalu (23/6).
Dari
keterangan sejumlah saksi-saksi, masih ada yang kurang sehingga
keterangan Satpol PP sebagai penanggung jawab
keamanan di lingkungan kantor gubernur, juga akan diikutkan.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP),
urainya, modus pelaku itu mengandung unsur kerjasama. Artinya, tidak dilakukan
oleh pelaku sendiri melainkan ada yang melakukan peran lain.
Selain itu, polisi juga mencurigai
bahwa pelaku adalah orang yang sudah
mengenal daerah itu. sehingga aksinya sama sekali tidak dicurigai Satpol PP
yang berjaga dan staf yang ada di sekitar tempat itu. ‘’Kalau dilihat dari
modusnya, pelaku sudah sangat mengenal TKP,’’ bebernya.
Polisi juga menduga jika pelaku
adalah rekan dari Silet, spesialis pencuri uang dalam mobil yang ditangkap
beberapa bulan lalu. ‘’Kita menduga pelaku adalah dua orang sisa dari pelaku
yang pernah kita tangkap. Dan kita terus mengendus keberadaannya,” tegas Mantan
Kasat Intelkam Polrsta Mataram ini.
Beberapa
bulan lalu, jajaran Polresta Mataram berhasi menangkap Silet, pria asal Utan
Sumbawa otak dari komplotan spesialis pencurian uang nasabah bank dalam mobil.
Namun, dua rekan Silet yang juga berasal dari Sumbawa berhasil melarikan diri.
Terpisah Kepala Satuan Polisi Pamong
Praja (Kasat Pol PP) NTB Ibnu Salim mengatakan, atas kejadian ini pihaknya
mengevaluasi dan akan meningkatkan keamaman lingkungan kantor gubernur.
Pihaknya juga akan mereposisi personil piket dan meningkatkan pemantauan di
pintu masuk. Pasalnya, kantor gubernur sangat terbuka dan pintu masuknya
banyak. ‘’Kita juga akan mengusulkan pemasangan Closed Circuit Television
(CCTV) guna lebih memudahkan dalam memantu kantor gubernur dan sekitarnya,”
katanya.
Namun,
kata dia yang paling utama agar terhindar dari aksi kejahatan yakni harus extra
hati-hati apalagi membawa uang banyak.
Ia juga mengaku, saat kejadian ada
anggota Pol PP yang bertugas dan melihat korban sempat ngobrol dengan seseorang
yang sekarang diduga pelaku. Sehingga saat itu anggota tidak menaruh curiga dan
hanya mengawasi saja dari jarak tertentu.
Diketahui, pencurian ini berlangsung sekitar
pukul 15.15 Wita, Jumat lalu. Korban Amir sedang masuk ke kantornya di Biro
Kesra dan meninggal uang bantuan jatah sejumlah organisasi yang sudah
diamplopkan sebesar Rp 20 juta. (adi/dal)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar